Efek Racun Tomcat Bagi Manusia

Baru-baru ini Indonesia sedang digemparkan dengan serangga yang bernama Tomcat atau dalam bahasa ilmiah disebut dengan nama Paederus littoralis. Tomcat sendiri semakin tenar karena kemunculannya di Jawa Timur yang mengakibatkan puluhan orang terkena racunnya, banyak yang mengatakan bahwa racun dari hewan ini sama mematikannya dengan racun ular Cobra. Anggapan ini sama sekali salah, menurut Pakar dari LIPI, Hari Sutrisno, menjelaskan bahwa racun tomcat tidak lebih berbahaya dibanding racun ular kobra. Menurut Sutrisno, racun dalam tomcat hanya bersifat lokal, bukan seperti racun kobra yang menyebabkan kerusakan syaraf.

Menurut Sutrisno, kelompok binatang beracun ada dua yakni kelompok binatang beracun aktif dan beracun pasif. Kelompok hewan beracun aktif yaitu, binatang yang memiliki kelenjar racun dan memiliki alat untuk menyuntikkannya. Semisal lebah, kalajengking, dan ular Cobra. Sedangkan yang beracun pasif yaitu binatang yang memiliki kelenjar racun tetapi tidak memiliki alat ekskresi untuk menyuntikkan racun, seperti kumbang tomcat, luwing, atau kaki seribu.

Kumbang tomcat, hanya menyimpan racun di dalam tubuhnya. Racun tersebut akan keluar bila tubuh tomcat tergencet atau dipencet. Racun dalam tomcat, atau paederin, diindikasi dapat menyebabkan kulit luka dan terbakar.

Jadi mengenai anggapan bahwa racun tomcat sama bahayanya dengan racun ular cobra, saya tegaskan sekali lagi bahwa itu tidak benar.

About Muhammad Yusuf Dimas Al-Ma'ruf

I'm not Fashionable
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s